BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 08 Mei 2013

UAS komunikasi Politik


Kasus Anas Urbaningrum

Saat ini posisi politik Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Rangkaian skenario terhadap status tersangka Anas Urbaningrum terhadap kasus Hambalang pada konferensi pers Juru bicara KPK Johan Budi pada tanggal 22 Febuari 2013 telah disadari oleh Anas Urbaningrum pada saat adanya pernyataan SBY “agar AU lebih berkonsentrasi pada kasus hukum yang dihadapinya di KPK” ,dalam konferensi persnya pada tanggal 23 Febuari Anas mengakui dan menyadari terhadap kondisi politiknya sebagai kader pada partai Demokrat sangatlah tidak mudah, ia menyatakan terlahir sebagai bayi yang tidak diharapkan dalam kongres partai demokrat khususnya sejak dia terpilih sebagai ketua umum partai Demokrat , sejak menjadi kader partai Demokrat Anas juga telah menyadari bahwa dalam dunia politik akan ada situasi yang keras dan berat terhadap konsekuensi dan resiko yang ada, khususnya dalam sistem politik demokrasi di Indonesia dan Dalam budaya Partai Demokrat yang masih muda , selanjutnya Anas pun mengucapkan terima kasih kepada DPD, Dewan pembina , kehormatan dan seluruh Anggota Partai Demokrat.
 Anas Urbaningrum menegaskan (meminta dukungannya kepada seluruh kader demokrat) terhadap Ketulusan persahabatan dan persaudaraan terhadap seluruh kader partai Demokrat diseluruh Indonesia terhadap Kasus dan proses hukum yang akan berlangsung , tanggapan terhadap ketum selanjutnya agar ketum yang baru diharapkan lebih baik
 Pemberitaan tentang Anas Urbanibgrum tentunya tidak lepas dari sorotan masyarakat dikarenakan pemberitaan yang terus menerus pada media khususnya televisi , karena pernyataan Anas Urbaningru dalam konferensi pers terhadap status tersangka pada kasus yang dihadapinya membangun banyak opini masyarakat, hal tersebut juga secara tidak langsung menjadi sebuah berita yang besar bila dipandang sebagai Tie in Publicity pada media atau sebuah publisitas terhadap sebuah peristiwa besar yang akan terus menerus ditayangkan di televisi, karena menyangkut masalah keadilan dan juga penegakan hukum, sejalan dengan penyimpulan media terhadap pernyataan Anas Urbaningrum dan pemberitaan yang berjalan, hal tersebut juga akan menciptakan banyak simpati masyarakat terhadap Anas Urbaningrum sebagai efek secara langsung atau directly effect , terlepas dari kebenaran terhadap keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus Pembangunan Sportcenter Hambalang dan penyalagunan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 atau UU No 20/2010 tentang tindak pidana korupsi yang dituduhkan KPK.
Dalam situasi seperti ini, banyak orang berandai-andai soal nasib Bung Anas Urbaningrum karena citra Partai Demokrat semakin buruk. Kalau Anas tidak segera dilengserkan, Partai Demokrat bakal habis.” Atau mungkin ada yang berteori: “Anas, bisa kuat, bisa lemah. Tergantung situasi dan kondisinya.” Secara logika politik manusia bisa ngomong apa saja, selicin komentar-komentar Burhanuddin Muhtadi, sang pakar “politico mathematic”. Tetapi dalam rentangan sejarah dan hukum keadilan; Anas tidak akan bisa lari. Para Malaikat sudah menandai punggung dan dahinya. Hanya tinggal menanti momen yang tepat.
Mungkin hanya itu analisis yang bisa sampaikan, sebatas pengetahuan dan kemampuan saya dalam bidang ini. Karena setahu saya dalam penganalisaan data diperlukan beberapa teori yang mendukung misalnya dengan berbagai pendekatan ataupun dengan teori matematika dan pendekatan Fungsionalisasi Theory.
Semoga saja banyaknya peristiwa politik yang ada di Indonesia saat ini dapat semakin mendorong terbentuk sistem politik dan pemerintahan yang lebih baik dan bebas KKN serta Media masa dalam bentuk pers ataupun jurnalisme dapat lebih cermat memilih dan memberikan tayangan kepada masyarakat dan tidak ditumpangi kepentingan agenda setting , seperti yang pernah dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw tentang adanya pembuatan kesengajaan penonjolan isu – isu tertentu , yang diulang – ulang atau biasa disebut agenda setting ( seperti yang terjadi pada penekanan terhadap kasus AU saat ini ) yang bertujuan mengbaikan isu – isu penting lainnya ataupun bukan menjadi sebuah bentuk propaganda politik yang dibentuk pemilik media maupun sumber berita karena dewasa ini peran media dan politik di Indonesia semakin berkaitan .










Putra, Dedi Kurnia Syah, MEDIA DAN POLITIK; Menemukan Relasi antara Dimensi Simbiosis – Mutualisme Media dan Politik.Yogyakarta:Graha Ilmu,2012

Junaedi, Fajar, Komunikasi Politik : Teori, Aplikasi dan Strategi di Indonesia. Indonesia:    Mata Padi Pressindo,2013

http://politik.kompasiana.com

UTS komunikasi Politik

 


1.     Jelaskan dan sebutkan contoh fenomenanya di Indonesia hubungan antara elemen-elemen komunikasi politik (media, organisasi politik dan masyarakat) dalam membentuk opini publik.
2.     Jelaskan perbedaan antara propaganda, iklan politik (political advertising) dan iklan komersial (commercial advertising) dan sebutkan contohnya masing-masing. Jelaskan pendapat Anda, iklan politik yang efektif di Indonesia.
3.     Jelaskan hubungan antara organisasi media dan politisi serta aspek-aspek proses produksi media yang memiliki dampak pada komunikasi politik.
4.     Jelaskan dan sebutkan contoh fenomenanya di Indonesia manakala pressure group (kelompok berpengaruh) dapat menjadi kekuatan (mempengaruhi ) sistem politik dalam demokrasi liberal dan manakala pressure group dapat menjadi distorsi (penyimpangan) sistem politik  dalam demokrasi liberal.














  1. Di era globalisasi saat ini, peranan media dalam politik sudah menjadi trendsetter atas kemajuan yang ada. Ini adalah realitas bahwa peran media sekarang dan untuk yang akan datang sungguh luar biasa. Seseorang di politik yang bukanlah siapa-siapa sebelumnya, dengan dukungan media, dia menjadi seorang bintang yang bersinar. Di sisi lain, media bahkan juga berperan dalam mempengaruhi opini publik. Kita tentu masih ingat, bagaimana partai politik-partai politik yang bertarung dalam Pemilu 2009 yang lalu sangat gencar mempengaruhi pemilih dengan menggunakan media massa sebagai sarana sosialisasi.
Dunia politik hampir tidak dapat dipisahkan dari opini publik sebagai salah satu objek politik dan media sebagai sarananya dan masyarakat sebagai objeknya. Dalam Pemilu kemarin, misalnya, sangat menarik melihat bagaimana media membentuk dan mempengaruhi opini publik, termasuk hubungan yang terjalin antara media dengan pelaku politik, seperti politisi, partai politik dan masyarakat umum. Iklan-iklan politik peserta Pemilu banyak bermunculan menjajakan platform-nya.
Bisa diambil salah satu contoh sisi pemberitaan yang mempengaruhi masyarakat adalah mengenai sisi pemberitaan tentang salah satu cawapres yaitu Prabowo Subianto yang memiliki beberapa jejak kriminalitas sebelum ia menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Megawati, di antaranya adalah pada tahun 1997, beliau diduga kuat mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi, sehingga tokoh-tokoh seperti Widji Thukul, Herman Hendrawan, Petrus Bima masih hilang dan belum diketemukan hingga sekarang, selain itu pada tahun 1998, beliau juga diduga kuat menjadi dalang Kerusuhan Mei 1998, dengan dugaan motifnya pada saat itu adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapatkan simpatidan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak Ia mampu memadamkan kerusuhan.
 Informasi- informasi di atas merupakan contoh isi pemberitaan yang diberitakan oleh media massa terkait dengan isu pilpres, karena masyarakt tentu juga sangat membutuhkan informasi mengenai riwayat tokoh-tokoh calon pemimpin terpilih, selain itu media massa juga memaparkan tentang sisi lain isu pilpres ini, lewat masalah ataupun kontroversi yang ada media massa secara tidak langsung mulai membuka sebuah ruang publik yang disediakan bagi masyarakat untuk berinteraksi membahas isu yang ada, misalkan saj masalah kriminalitas Prabowo, karena media massa berfungsi membentuk opini publik, maka perdebatan yang terjadi tentang masalah Prabowo ini, pada akhirnya akan mempengaruhi khalayak atau masyarakat pengkonsumsi media, dalam membentuk pola pikir mereka, tidak hanya itu saja, pembentukan opini publik ini juga bisa berpengaruh pada pembentukan tindakan atau respon atas suatu isu,.
Jika dikaitkan pada kasus ini, maka perdebatan tentang Prabowo yang telah dijalankan oleh media massa, menyebabkan masyarakat menjadi kurang senang pada sosok ini, karena mereka berpikir jika Bangsa ini dipimpin oleh sosok yang dulunya pernah bermasalah, maka negara kita pun akan ikut bermasalah. Lebih jauh lagi mengenai pembentukan tindakannya adalah masyarakat menjadi mengambil keputusan untuk tidak memilih pasangan capres dan cawapres Megawati-Prabowo, dengan alasan tersebut. Inilah salah satu contoh perdebatan publik yang dijalankan oleh media massa yang pada akhirnya membentuk opini publik.

  1. A.  Pengertian dari propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda. Sedangkan propaganda politik adalah tulis Bruce L Smith dalam Encyclopaedia Social Science sebagai “manipulasi relatif secara sengaja dengan menggunakan simbol (kata-kata, sikap, bendera, citra, monumen atau musik) terhadap pikiran atau tindakan orang lain dengan sasaran terhadap kepercayaan, nilai dan perilakunya. Unsur kesengajaan dan manipulasi membedakan propaganda dari komunikasi biasa atau pertukaran ide secara bebas. Ini juga membedakan aliran informasi melalui pendidikan. Propagandis menyajikan argumentasi yang sudah diatur atau satu set simbol tunggal, sedangkan pendidik memberikan “semua” sisi dari sebuah isu dan membiarkan pendengarnya memutuskan tentang kebenaran atas apa yang dipresentasikan .
Mekanisme nya adalah Propaganda itu adalah suatu tindakan yang sulit diraba. Untuk melihat mekanisme propaganda dalam tingkat negara (state) KJ Holsti dalam International Politics: A Framework for Analysis (1992) menguraikan dua model dari sebuah propaganda. Sebuah negara dalam interaksi dengan negara lain melancarkan propaganda. Untuk mempengaruhi negara lain, sebuah negara melalukan propaganda melalui kelompok – kelompok sosial atau organisasi di negara yang jadi sasaran. Dengan propaganda itu maka kelompok masyarakat dapat mendesak kepada pemerintahnya untuk mengubah kebijakan yang dikehendaki oleh negara yang melakukan propaganda.
Contohnya adalah White propaganda atau bisa dipanggil propaganda ‘putih’ adalah sejenis propaganda yang dikenal kesahihan serta ketepatan cerita atau berita yang ingin disampaikan. Propaganda jenis ini kebiasaannya akan melalui saluran yang dimonopoli oleh pihak pemerintah. Setiap maklumat yang disebarkan akan memberi kelebihan dan menonjolkan kebaikan pihak pemerintah. Contoh white propaganda di Indonesia adalah seperti Radio Republik Indonesia (RRI), Televisi Republik Indonesia (TVRI).

B.   Iklan politik merupakan segala bentuk macam promosi yang berkaitan dengan kegiatan politik. Iklan politik sekarang menjadi bidang usaha yang mendatangkan keuntungan yang amat sangat besar kepada pihak pengiklan. Dalam setiap kegiatan kampanye, para calon-calon yang ingin dipilih dalam pemilihan umum berusaha menarik perhatian masyarakat melalui iklan. Iklan inilah yang merupakan salah satu bentuk iklan politik. Atau bias juga merupakan semua bentuk aktifitas untuk menghadirkan dan mempromosikan individu maupun partai mereka, secara nonpersonal melalui media yang dibayar oleh sponsor tertentu, berisikan muatan-muatan politik, seperti berisikan profil pribadi tokoh elit partai tersebut yang nantinya akan membangun minat pilih masyarakat akan diberikan kepada calon tersebut yang lebih dikenal masyarakat sehingga nantinya suara atau hak pilih masyarakat terebut diberikan kepada orang yang sering melihat iklan tersebut. Kepercayaan individu kaepada calon anggota legislatif maupun kepada partai akan tercipta sehingga hak pilih orang tersebut akan diberikan dengan sendirinya.
Contoh nya adalah iklan politik ‘Moncong Putih’ yang disiarkan Metro Tv pada hari tenang menjelang Pemilu 2004

C.  Iklan komersil yaitu iklan yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran suatu produk dan jasa atau iklan yang menawarkan barang dan jasa. Sebagian besar iklan yang kita temui di berbagai tempat merupakan iklan komersial. Contohnya seperti iklan Aqua, Indomie dan masih banyak lainnya

Kalau menurut saya iklan politik yang efektif harus atau wajib menggunakan media karena, Media merupakan alat yang sangat strategis dan efektif untuk mempengaruhi khalayak. Dalam dunia politik banyak sekali di temukan upaya propaganda melalui media audivisual seperti pemasangan iklan di televisi maupun di media sosial seperti facebook dan media sosial lainya. Penggunaan media tersebut dinilai lebih efektif dan mempunyai nilai tinggi dalam mempengaruhi khalayak luas
Iklan politik menggunakan media media ini merupakan yang paling efektif apabila dibandingan dengan turun langsung ke daerah-daerah. Iklan politik melalui media ini memberikan keleluasaan bagi kandidat untuk menunjukkan diri dan berbagai program serta visi misi secara detail. Selain itu iklan juga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

3.      Politik dan media memang ibarat dua sisi mata uang. Media memerlukan politik sebagai makanan yang sehat. Politik juga memerlukan media sebagai wadah dalam mengelola kesan yang hendak diciptakan. Tidak ada gerakan sosial yang tidak memiliki visi media. Apa pun bidang yang digeluti oleh sebuah gerakan, semuanya memiliki perangkat yang bertugas untuk menciptakan atau berhubungan dengan media. Dunia politik sadar betul bahwa tanpa kehadiran media, aksi politiknya menjadi tak berarti apa - apa. Bahkan menurut Sommerville (2000) kegiatan politik niscaya akan berkurang jika tidak disorot media.
Media memang memiliki kemampuan reproduksi citra yang dahsyat. Dalam reproduksi citra, beberapa aspek bisa dilebihkan dan dikurangi dari realitas aslinya. Kemampuan mendramatisir ini pada gilirannya merupakan amunisi yang baik bagi politisi, terutama menjelang pemilu. Yang menjadi masalah bagi politisi adalah bagaimana ia menjalin hubungan mutualisme dengan media, bagaimana membangun kesan tertentu dengan memilih latar belakang saat bercakap - cakap dengan media, bagaimana mampu meyakinkan media bahwa ia dan aksinya adalah penting. Semua dilakukan dengan mengharapkan imbalan publisitas.
Sinergi media dengan politik sebenarnya sah - sah saja. Maksudnya, tak ada larangan bahwa sebuah media menjadi media politik. Setiap media membawa misi politiknya masing - masing. Yang utama adalah apakah tujuannya untuk kebenaran dan kesejahteraan rakyat atau tidak. Kebebasan sudah datang untuk setiap orang dalam menyampaikan sikap politiknya, dan tidak ada yang lebih baik dari media dalam menyalurkan hal tersebut.

4.       Disini saya memilih ICW sebagai contoh pressure group. ICW merupakan singkatan dari Indonesian Corruption Watch merupakan salah satu organisasi yang boleh dikatakan sebagai anak kandung dari gejolak reformasi di Indonesia. Saat  pertama kali didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998, organisasi ini bersama berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan mahasiswa di negeri ini dengan korupsi yang dilakukan pada masa Soeharto diusut tuntas. ICW juga mendorong agar pemerintahan pascaSoeharto bertindak reformis, demokratis, bersih, dan bebas korupsi.
Sebagai sebuah Lembaga nirlaba, non pemerintahan ICW mengusung misi pengawasan dan transparansi publik atas berbagai kasus korupsi yang ada di Indonesia. Dalam perjalanannya sejak tahun 1998, ICW juga konsisten mengkritik dan mengawasi praktik korupsi yang ada di lingkaran birokrasi pemerintahan. Organisasi ini juga mendorong sejumlah regulasi yang mendorong transparansi publik. Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik merupakan salah satu hasil kampanye transparansi yang didorong oleh ICW dan sejumlah elemen masyarakat lain yang peduli pada perbaikan negeri ini.
Organisasi ini juga konsisten melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat untuk terlibat dalam melawan praktek korupsi yang ada di berbagai lini ni negeri ini. Hal itu sejalan dengan visi ICW  untuk memperkuat posisi rakyat dalam mengontrol negara dan turut serta dalam keputusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, bebas dari korupsi, berkeadilan ekonomi, sosial, serta gender.
Hingga tahun 2011 lalu, organisasi ini telah menginvestigasi 370 laporan keuangan. Dari jumlah tersebut, 149 diantaranya memiliki unsur dugaan korupsi, dan 15 diantaranya telah dilaporkan kepada aparat. Sejumlah kasus yang pernah dirilis ICW, antara lain:
·         Laporan Kasus Dugaan Markup Pengadaan Mesin Jahit Jitu pada Proyek SAPORDI TA. 2004 di Kementerian Sosial
·         Review Dugaan Korupsi Pengadaan Menara Suar di Departemen perhubungan
·         Dugaan Korupsi Rp 40 miliar dalam Proyek Pemilu II di RRI
·         Dugaan Kebocoran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
·         Dugaan korupsi dalam kerja sama antara PT PAM JAYA dengan mitra swasta.
·         Dugaan adanya bocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2012.
·         Rilis tentang praktek Korupsi di berbagai daerah di Indonesia. Dalam rilis ini, KPK mengungkapkan selama tahun 2011, ada 10 provinsi yang paling dominan jumlah kasus korupsinya. Tiga provinsi yang paling tinggi tingkat korupsinya yaitu Jawa Timur, diikuti provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Korupsi di Jawa Timur  menurut ICW mencapai 33 kasus,  NTT 32 kasus, sedangkan NAD 31 kasus. Korupsi di tiga daerah itu  diperkirakan mencapai Rp 838,2 miliar.
·         16 kementerian yang diduga tersandung kasus korupsi di tahun 2011. Modusnya beragam mulai dari pengadaan barang dan jasa, penyalahgunaan anggaran, suap, dan pungli
·         ICW juga merilis, dalam rentang 1999-2011 terdapat 233 kasus dugaan korupsi di ranah pendidikan yang telah masuk tahapan penyidikan. Dari 233 kasus tersebut, Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan obyek paling besar yang diduga telah dikorupsi. Hingga Desember 2011, setidaknya terdapat 87 kasus dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 138,2 miliar.
·         Kasus rekening gendut kepolisian
·         Kasus Korupsi Wisma Atlet
·         Kasus Kubangsari Cilegon
·         kasus suap tentang Pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementrian Kehutanan dan anggota dewan. Ini merupakan kasus besar, negara dirugikan Rp 89 miliar.
·         Alih fungsi hutan lindung seluas 7.300 hektare di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, dan alih fungsi lahan hutan mangrove di Banyuasin, Sumatera Selatan.
·         66 perkara korupsi yang belum dieksekusi kejaksaan.
·         Dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
·         Dugaan korupsi pada kasus pelelangan kayu jati temuan oleh pemerintah daerah kabupaten Muna, yang diduga merugikan negara hingga Rp 7 Miliar.
·         Dugaan korupsi dalam penggunaan uang kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah Banten tahun 2011.
·         Dugaan korupsi proyek fiktif bioremediasi yang diduga dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
·         Dugaan penggelembungan penghitungan subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah, senilai lebih dari Rp 30 triliun
·         Kasus dugaan Korupsi pada Pemilukada Aceh
·         Dugaan korupsi yang dilakukan oleh lima perusahaan perkebunan sawit di Kalbar. Masing-masing PT KMP di Sambas, PT WHS di Sambas, PT LL di Bengkayang, PT WDBP di Bengkayang, PT CP di Bengkayang, Kabupaten Ketapang, dan Kalimantan Barat.
·         Dugaan Korupsi di tubuh Perserikatan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak tahun 2009 yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Masih manyak kasus lain yang didorong dan disuarakan Organisasi ini untuk segera diusut oleh pihak berwenang, yakni kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberadaan organisasi pressure group seperti ini sangatlah penting di Negeri ini yang masih saja dihiasi oleh kasus-kasus korupsi. Korupsi harus dibasmi sampai ke akar-akarnya.

Selasa, 01 Februari 2011

Lirik Lagu SOULJAH --- I'm Free


Artis : Souljah
Song : I'm Free
Album : Bersamamu ( 2007 )



Reff:
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me
Aku kan slalu siap penuh energi
Hadapi dunia yang lama ku nanti
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me

Bermula dari awal yang sangat indah
Hari harinya berjalan seperti biasa
Tak pernah ia fikirkan satu masalah
Semua dilepaskan tak disimpan di dalam dada
One a troy control
Semua orang pun bilang
Seakan diotaknya hanya ada rasa riang
Langkahnya cepat tepat penuh semangat
Mengejar cita cita di waktu genggar

back to reff;

Hari harinya kini pun terus berlalu
Tiba tiba dia merasakan sesuatu
Ada sebuah bayangan yang terus mengganggu
Menghantui nyawa baik siang maupun malam
It's love they are free
dan dia berkata
Hanyalah dia yang tau semua jawabnya
Dia tetap lanjutkan kehidupannya
Tetap menjadi seorang gadis yang ceria

back to reff;

Na na nana na na na na na nnaana na nana.. na na Nana na na na na na nnaana na nana..

back to reff;

I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me
I'm free I'm free
I'm free like a burning no one the tell me